Isu GIIAS Pindah dari ICE ke NICE: Ini Kata Gaikindo
Pergelaran otomotif tahunan, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), kembali menjadi sorotan. Isu perpindahan lokasi dari Indonesia Convention Exhibition (ICE) di BSD City ke Nusantara International Convention Exhibition (NICE) di kawasan PIK 2 ramai diperbincangkan. Gaikindo sebagai penyelenggara buka suara terkait wacana ini. Mereka menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final, namun potensi relokasi menjadi agenda strategis mengingat dinamika industri dan kapasitas venue yang mulai terbatas.
Kapasitas ICE BSD Mulai Terbatas
ICE BSD telah menjadi rumah GIIAS sejak 2015. Namun, pertumbuhan eksponensial jumlah peserta dan luasan area pameran menjadi tantangan. Pada GIIAS 2025, total luas area pameran mencapai 120.000 meter persegi. Angka ini mendekati batas maksimal venue. Lonjakan merek baru, terutama dari segmen kendaraan listrik (EV) dan merek asal Tiongkok, menambah volume kebutuhan ruang. Geely, BYD, Wuling, dan Chery membutuhkan paviliun besar. Kapasitas terbatas → antrean panjang untuk slot peserta. Keterbatasan lahan parkir dan akses lalu lintas menuju BSD juga menjadi keluhan pengunjung.
NICE PIK 2: Solusi Megah atau Tantangan Baru?
NICE di Pantai Indah Kapuk 2 menawarkan kapasitas jauh lebih besar. Luas lahan mencapai 500 hektar. Desain modular dan fasilitas modern diklaim mampu menampung 1,5 juta pengunjung per tahun. Gaikindo melihat potensi ini sebagai opsi untuk ekspansi GIIAS. Kelebihan NICE: area pameran luas, parkir terintegrasi, dan akses langsung dari jalan tol penghubung. Namun, kendala utama adalah aksesibilitas. Jarak NICE dari pusat kota (Jakarta) lebih jauh dibanding ICE. Infrastruktur pendukung seperti transportasi publik belum optimal. Gaikindo menekankan bahwa perpindahan bukan sekadar ganti gedung, melainkan ekosistem baru. Lokasi strategis → daya tarik peserta berimbas pada cost logistik. NICE menawarkan ruang, ICE menawarkan kenyamanan akses.
Resmi Gaikindo: Kajian Mendalam, Belum Final
Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi, menyatakan bahwa isu perpindahan muncul dari evaluasi internal pascapenyelenggaraan. "Kami terus mengkaji dua venue. GIIAS harus memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung dan peserta. NICE adalah opsi kuat, tetapi keputusan final menunggu studi kelayakan," ujarnya. Gaikindo membentuk tim ad hoc untuk membandingkan variabel utama: kapasitas ruang pamer, biaya sewa, ketersediaan akomodasi, serta simulasi kepadatan lalu lintas. Hasil kajian akan diserahkan kepada Dewan Pengurus Gaikindo pada kuartal III 2026.
Dampak bagi Peserta dan Pengunjung
Para Agen Pemegang Merek (APM) memberikan tanggapan beragam. Merek EV Tiongkok mendukung NICE karena butuh area untuk test drive dan demonstrasi teknologi. Sebaliknya, APM dengan basis pasar premium lebih memilih ICE karena kedekatan dengan kawasan bisnis BSD. Sektor pengunjung: perpindahan berpotensi menurunkan jumlah pengunjung kasual di awal. Survei Gaikindo menunjukkan 40% responden menyatakan keberatan karena akses jauh. Insentif seperti shuttle bus gratis dan tarif tol diskon menjadi opsi mitigasi.
Strategi Jangka Panjang Gaikindo
Gaikindo menegaskan bahwa keputusan bukan sekadar ruang. Mereka mempertimbangkan branding GIIAS sebagai pameran kelas ASEAN. NICE dengan kapasitas internasional meningkatkan peluang GIIAS menarik peserta dari luar negeri. Namun, ICE yang sudah teruji stabilitasnya menawarkan prediktabilitas operasional. Gaikindo mengindikasikan skema hybrid: GIIAS utama di NICE, sedangkan ICE digunakan untuk acara pendukung atau pameran niche. Opsi ini memungkinkan ekspansi tanpa mengorbankan loyalitas pengunjung.
Catatan Akhir
Isu perpindahan GIIAS ke NICE masih hangat. Gaikindo berkomitmen mengambil keputusan berbasis data, bukan spekulasi. Faktor kesuksesan operasional dan kepuasan stakeholder menjadi prioritas. Perubahan venue bukan sekadar lokasi, melainkan transformasi layanan. Pasca pandemi, pola pengunjung bergeser: mereka menginginkan pengalaman imersif, bukan sekadar melihat mobil. Gaikindo memastikan baik ICE maupun NICE yang terpilih, GIIAS 2026 akan tetap menjadi panggung inovasi dan gaya hidup otomotif Indonesia.
Sumber: Kompas.com — Isu GIIAS Pindah dari ICE ke NICE, Ini Kata Gaikindo. Artikel ini diolah ulang untuk keperluan edukasi/informasi; fakta inti wajib diverifikasi ke sumber asli.
